04.51

Cinta Dalam Hati

Namaku Shiren. Aku siswi SMA 12 Jakarta. Fitri dan Andrea adalah sahabat terbaikku. Yah...mereka tahu semua tentang diriku. Kriiiiiiiiing...Kriiiiiiiiiing....jam weker berbunyi dan seperti biasa Mama membangunkanku
“Shiren...bangun nak! Sudah pagi, ini sudah jam 06.00, ayo cepet bangun!” sura Mamaku
“Ya Ma, bentar lagi.” Jawabku
“Mama tunggu dibawah ya!” Kata Mamaku lagi
“OK! Ma.” Balasku pada Mama
Aku anak tunggal dirumah ini. Mereka sayang...banget ma aku,walau terkadang aku ngerasa mereka over protektif tapi kalo dipikir-pikir lagi, itu semua mereka lakuin karena mereka sayang banget ma aku. Tet...tet...klakson mobil kedua sahabatku bunyi, itu berarti aku harus cepet-cepet berangkat kesekolah. Selama diperjalanan menuju kesekolah banyak hal yang bisa kami lakuin misalnya bercanda, ngegosip, pokoknya banyak banget hal-hal yang kami lakuin bersama, nggak Cuma dalam perjalanan menuju kesekolah ini aja koq.
Setibanya disekolah aku dan kedua sahabatku bingung soalnya anak-anak cewek disekolahku pada heboh. Pas aku tanya salah seorang dari mereka ternyata Cuma ada anak baru. “ Baru ada murid baru aja pada heboh gimana kalo ada artis?pasar pindah kale...” ucapku dengan suara kecil
Disekolah aku dikenal dengan cewek yang cuek bebek sama makhluk Tuhan yang namanya cowok,,nggak tau kenapa pikiranku ma cowok selalu negatiftu karena aku pernah disakitin ma cowok,,ya..kasarnya sich traumalah..
Sejak tadi aku nggak mikirinomongan cewek-cewek disekolah ini yang bilang ada murid barulah, yang yang kerenlah, yang cakeplah, yang inilah, yang itulah jadi pusing kalo mikirin semuanya.
Kriiiing...Kriiiiiiiiiing...Bel masuk udah bunyi dan aku segera menuju ke kelasku dengan terburu-buru dan...gubrakkkk....aku terjatuh dan begitu terbangun aku langsung marah-marah ma orang yang nabrak aku
“Heh..punya mata nggak sich?koq jalan nggak lihat-lihat.” Kataku
“Heh..yang harusnya marah tu aku!yang salah juga kamu,jalan koq seenaknya sendiri pake lari-lari lagi,makanya kalo kesekolah tu jangan siang-siang.”balasnya
“ Huhh,,dasar!!” Marah ku pelan sambil meninggalkan orang yang nggak jelas itu
Sesampainya dikelas aku lega banget soalnya Bu Andin guru kimiaku belum datang ke kelas dan aku langsung menuju bangkuku yang hanya ku duduki seorang diri. Tak berapa lama kemudian Bu.Andin datang dengan seorang cowok yang kayaknya murid baru, aku terkejut ketika ku amati cowok itu mirip banget ma cowok ngeselin yang nabrak aku,,astaga!!!!itu beneran cowok yang tabrakan ma aku tadi pagi, ya ampun ini malapetaka atau keberuntungan sich?disatu sisi dia jadi idola para cewek-cewek dan ternyata dia sekelas ma aku tapi disisi lain aku nggak suka dengan sikap dia yang cuek banget ma orang.
“Anak-anak hari ini kalian kedatangan murid baru, Adly perkenalkan diri kamu!”perintah Bu.Andin pada anak baru itu
“Baik bu. Nama saya Adly dan saya pindahan dari Bandung.” Singkat dan cuek banget perkenlannya
“Sekarang kamu duduk disebelah Shiren ya, kebetulan disana bangkunya kosong.” Perintah bu.Andin
“Tapi Bu..?” Elakku secara spontan
“Sudah diam dan sekarang buka buku pelajaran kalian!” Perintah Bu.Andin padaku
“Kamu?!?tanya cowok itu keheranan, mungkin dia juga masih ingat kejadian tadi pagi
“Denger ya nenek lampir yang cerewet!kalo nggak karena terpaksa jangan harap aku mau duduk disini sama orang yang nyebelin kayak kamu!” Sapanya dengan sinis
“Siapa juga yang mau duduk sama kamu, dasar cowok blagu!” Balasku tak kalah sinis
Hari ini mungkin hari hari tersial buatku, yang pertama jatuh pas mau masuk kelas dan yang kedua ketemu sama cowok sengak kayak dia, sempurna sudah kesialanku. Pelajaran demi pelajaran aku lewati dengan keadaan nggak konsen banget soalnya cowok yang duduk disebelahku kayaknya sibuk banget, nggak tau dech lagi ngerjain apaan yang jelas aku keganggu banget. Kriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiing....bel panjang udah bunyi aku lega banget soalnya aku bisa cepet-cepet pergi dari sekolah dan nggak ketemu ma cowok ngeselin itu. Selama diperjalanan aku diem ja nggak tau dech..kenapa aku ngerasa suntuk banget soal yang tadi.
Hari-hari aku nggak jauh beda pas aku pertama kali ketemu ma Adly sampe akhirnya suatu hari waktu aku pulang sekolah sama sopir aku, aku ketemu Adly dipinggir jalan, dia juga nolongin nenek yang mau nyebrang jalan,,disitu hati aku tergetar dan nggak tau kenapa aku ngerasa bersalah banget ma dia, aku mikir lagi ternyata dia nggak seburuk yang aku kira dan aku pengen minta maaf ma dia.
Keesokan harinya aku nyariin Adly kemana-mana,,ternyata dia nggak masuk katanya sich sakit, selama aku belum minta maaf rasanya aku nggak lega. Beberapa hari kemudian dia dah masuk sekolah dan aku minta maaf sama dia, sejak saat itu kami berdua jadi temen baik,,tapi aku ngerasa ada yang beda saat aku deket ma dia, aku bingung, sebenarnya apa yang aku rasakan ini?rasa yang sebelumnya tak pernah aku rasakan?
Hari ini Adly nggak masuklagi, aku heran dan curiga kenpa dia sering nggak masuk sekolah, tiba-tiba ada panggilan yang ditujukan padaku dan aku segera ke ruang TU,ternyata disana sudah ada orang tua dari Adly mereka menjelaskan kejadian yang sebenarnya bahwa Adly mempunyai penyakit kanker otak,,bagai tersambar petir hatiku sakit kenapa dia nggak cerita semua ini sama aku tak terasa air mata menetes di pipiku dan ternyata kata orang tuanya dia sebenernya nggak pengen dikasihanin ma orang lain dan semenjak ketemu aku semangat hidupnya bertambah begitu penjelasan yang diberikan orang tuanya dan saat itu juga aku ikut dengan orang tua Adly kerumah sakit buat ngeliat keadaan dia. Sesampainya disana aku tambah sedih ngeliat keadaan dia yang cukup parah, saat aku kesana dia bangun dan memanggilku,
“Ren kamu jangan nangs ya!”kata Adly dengan suara yang sangat lemah
“Kenapa kamu nggak cerita semuanya ke aku sich?” balasku dengan tangisan
“Aku cuma nggak pengen orang lain juga menderita gara-gara aku.” Katanya
“Aku ini temen kamu!!” Balasku
“Iya aku tau tapi aku nggak pengen ngebuat kamu sedih, aku minta maaf ya?”
“Iya,tapi jangan ulangi lagi ya!” Ucapku
“Ren boleh nggak aku minta sesuatu sama kamu?
“Bilang aja.”
“Kalo aku udah pergi nanti aku mohon ma kamu jangan terlarut dalam kesedihan ini dan jangan nangis saat pemakamanku nanti, kamu harus tetep jadi seorang Shiren yang ceria, yang ceplas-ceplos, yang cuek, yang baik dan pokoknya tetep jadi Shiren yang aku kenal, kamu mau kan nepatin tu semua?please?!? Ini permintaan terakhirku.” Pintanya panjang lebar
“jangan pernah ngomong kayak gitu ya?kamu pasti bisa sembuh..”kataku memberi semangat
Aku menemaninya sepanjang hari itu dan hanya bisa berharap keajaiban akan datang padanya. Tiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiitttt alat pendeteksi jantung yang dipakai Adly mengeluarkan garis lurus pertanda sesuatu telah terjadi pada Adly dan aku segera memanggil dokter, setelah dokter memeriksa keadaan Adly dia berkata bahwa nyawanya tak bisa diselamtkan lagi. Rasanya aku ingin pingsan mendengar hal itu dan tak terasa air mata menderai deras di pipiku, mengapa begitu cepat orang yang aku sayangi meninggalkanku...........
Ketika pemakaman Adly sekuat yang aku mampu aku tak mengeluarkan air mata karena aku tlah berjanji padanya klo aku nggak bakalan terlarut dalam kesedihan ini. Sebelum dia meninggal dia menitipkan surat pada orang tuanya yang kemudian diberikan kepadaku setelah pemakamannya. Isi suratnya adalah


“Shiren,,mungkin ketika kamu baca surat ini aku dah nggak ada tapi satu hal yang perlu kamu tau kamu selalu ada dalam hatiku sebagai seseorang yang memberi warna dalam sisa hidupku. Kamu inget nggak? Waktu pertama kita ketemu kita saling cuek dan musuhan, suka usil tapi pada akhirnya kita bisa temen yang saling ngertin...itu dah lebih dari cukup buatku untuk mengisi sisa hidupku. Aku pengen kamu tetep jadi shiren yang ceria, yang baik, dan mudah-mudahan kamu bisa ngedapetin cowok yang bisa ngertiin kamu. Inget ya selalu jadi Shiren yang aku kenal dulu,,dan makasih banget buat semua yang dah kamu lakuin disisa hidupku..I LOVE U BEST FRIEND”
Aku seneng bisa kenal sama dia meski dia hanya menganggap ku sebagai teman baiknya dan nggak pernah taun tentang isi hatiku yang sebenarnya,,biarlah semuanya terukir dalam lembaran terindah dalam hidupku...........................






Oleh :
DIAN FERADATUL AINI
XF / 12

0 komentar: